UN Mestinya Pemetaan, bukan Penentu Kelulusan

     Jakarta: Pemerintah seharusnya melakukan kajian pendidikan secara mendalam terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dedy Gumelar alias Miing mengatakan pemerintah seharusnya menjadi UN sebagai pemetaan, bukan sebagai penentu kelulusan. Kepada Media Indonesia, Dedy mengatakan jika ingin melakukan perbaikan mutu pendidikan di Indonesia, pemerintah harus memulai dari daerah yang paling tertinggal. Ia mencontohkan berdasarkan hasil UN kemarin, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan daerah dengan jumlah kelulusan terendah. 

       Dengan melihat hal itu pemerintah seharusnya bisa langsung melakukan intervensi anggaran. "Lakukan pembinaan terhadap guru-guru di sana. Kirimkan guru-guru yang baik agar bisa memberikan pengajaran kepada anak-anak. Perhatikan masalah kesejahteraan juga sarana prasarana pendidikan disana," terangnya, Kamis (6/6). 

         Pendidikan berkeadilan tidak selalu memberikan bantuan sama rata tetapi bagaimana memenuhi kebutuhan setiap daerah sesuai dengan yang diperlukan. Untuk menilai kondisi yang beragam tidak bisa digunakan alat ukur yang sama karena daerah yang tertinggal tidak akan pernah bisa mengejar ketertinggalannya. 


Sumber : metrotvnews.com (Vera Erwaty Ismainy)

0 komentar:

Posting Komentar